Riset
Kategori
Tanggal
 

13-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 13 Desember 2017
12-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 12 Desember 2017
12-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 13 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 11 Desember 2017
11-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 12 Desember 2017
08-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 8 Desember 2017
07-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 8 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 6 Desember 2017
06-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 7 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Daily Report 5 Desember 2017
05-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 6 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Weekly Report 4 Desember 2017
04-Desember-2017 PHINTAS Market Preview 5 Desember 2017
05-Desember-2017
PHINTAS Market Preview 6 Desember 2017

IHSG : 6000.474 (+2.279) (+0.038%)

Value : Rp7.63 Triliun

F. Nett Sell : Rp231.36 Miliar

USD/IDR : 13,502 (-25) (-0.18%)

 

IHSG ditutup di level psikologis 6000 (5/12), setelah berfluktuasi pada kisaran 5979-6027 sepanjang perdagangan Selasa (5/12). Serupa dengan IHSG, nilai tukar Rupiah juga ditutup di kisaran level psikologis Rp13,500 per USD (5/12). Nilai tukar Rupiah berhasil menguat, meski dibayangi kecencenderungan penguatan USD Index seiring sinyal kuat kesepakatan tax reforrm sebelum tahun 2018 dan kenaikan the Fed Rate di akhir tahun 2017. Sentimen domestik yang menopang Rupiah adalah terjaganya stabilitas inflasi hingga November 2017 dan antisipasi data Cadangan Devisa per November 2017 (8/12).

 

Serupa dengan Wall Street (4/12), Sektor Keuangan (+0.73%) juga menjadi penopang utama IHSG hari ini (5/12). Hal ini bersamaan dengan akumulasi beli (net buy) selektif oleh Investor Asing pada sejumlah saham bank bluechip, yaitu BBTN (+3.34%), BBRI (+1.52%) dan BBNI (+2.74%). Disamping faktor tax reform di AS, peresmian Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) juga menjadi sentimen positif bagi Sektor Perbankan Indonesia (SPI).