Berita
Berita
Tanggal
 

26-July-2017 Waskita Precast Beton Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback
26-July-2017 Pupuk Indonesia Group Tekan Biaya Asuransi 50%
26-July-2017 PKB: Tujuan Utama Pembangunan Papua Adalah Kemanusiaan
26-July-2017 PAN: Belum ada Keputusan Keluar Pansus Angket
26-July-2017 Perkuat Bisnis, Bank Mandiri Kelola Keuangan Peruri
26-July-2017 Legislator Bantah Pemanggilan Mantan Napi Sudutkan KPK
26-July-2017 Presiden Lantik Dewan Pengawas dan Anggota BPKH
26-July-2017 KPK Periksa Dua Saksi Swasta untuk Novanto
26-July-2017 Rupiah Rabu Pagi Menguat Ke Rp13.309
26-July-2017 IHSG Rabu Dibuka Melemah Tipis 1,36 Poin
Halaman : Selanjutnya >
26-July-2017
Waskita Precast Beton Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback
IMQ, Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengalokasikan dana mencapai Rp1 triliun untuk pembelian kembali saham (buyback) sebanyaknya 7% dari modal ditempatkan dan disetor, atau maksimum setara 1.845.281.027 lembar saham.

Direktur Utama WSBP, Jarot Subana kepada pers di Jakarta, Rabu (26/7) mengatakan tujuan aksi korporasi ini adalah memaksimalkan nilai pemegang saham. Pasalnya, harga saham WSBP saat ini sudah berada di bawah harga pada saat Penawaran Umum Perdana (PUP).

"Ini tidak mencerminkan kondisi fundamental perseroan serta prospek industri precast beton di tanah air," katanya.

Adapun pembelian kembali saham direncanakan akan dilaksanakan selama 18 bulan terhitung setelah persetujuan dari RUPSLB, dimana mulai berlaku pada 27 Juli 2017 sampai dengan tanggal 27 Januari 2019.

"Harga pembelian kembali saham akan ditentukan berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Peraturan BAPEPAM No.Xl.B.2," urainya.

Sementara itu, Direktur Keuangan WSBP, Budi Setyono mengungkapkan sumber dana untuk aksi korporasi ini akan diambil dari kas internal.

"Di semester II ini kami ada penjadwalan penerimaan kas dari pencairan piutang yang cukup besar mencapai Rp1,4 triliun, tentu lebih dari cukup untuk kebutuhan dana pembelian kembali saham, sehingga tidak mengganggu ekspansi dan modal kerja perseroan,? tegasnya.