Berita
Berita
Tanggal
 

30-September-2017 Panglima TNI Dan Presiden Nobar Film G30S/PKI
29-September-2017 Ribuan Warga Banjarbaru Nonton Bareng Film G30A/PKI
29-September-2017 Mendikbud Larang Anak-anak Nonton Film G30S/PKI
29-September-2017 Pengacara Novanto: Hakim Terima Praperadilan Sesuai Fakta
29-September-2017 Disorda Butuh Ribuan Relawan Asian Games 2018
29-September-2017 Bekasi Raih Predikat Kota 'Terseksi' 2017
29-September-2017 Jabar Terus Upayakan Jadi Smart Province
29-September-2017 Disdikpora Karawang Persilakan Sekolah Nobar Film G30S/PKI
29-September-2017 Taufik: Aksi 299 Dapat Bangun Citra Positif
29-September-2017 PSSI Mengagendakan Pertandingan Lawan Peringkat Lima Besar FIFA
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Presiden Pertimbangkan Permintaan Dana Desa Untuk Perpustakaan
Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permintaan dana desa untuk membangun perpustakaan sehingga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di desa-desa terpencil.

'Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini,' kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis.

Jokowi juga terus mendorong para pegiat-pegiat literasi yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

'Untuk pegiat-pegiat literasi, saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya, pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan. Berjalan ngak, kalau ngak berjalan, ada yang saya jewer nanti,' kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa jika programnya ini mudah untuk mengecek jika tidak berjalan, yakni dengan menanyakan langsung pada para pegiat literasi saat bertemua seperti saat ini.

'Ngeceknya gampang, pas ketemu gini, saya tanya jalan ngak, kalau jalan baik,' katanya.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendistribusian jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan melalui perpustakaan nasional.

'Ini kita hitung lebih efisien, murah. Kalau bisa jangan sendiri-sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah, dan ya kalau kita ke sini kita lihat gedungnya seperti ini,' kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini eranya terobasan-terobosan digital dan 'destruktif inovassion' sudah banyak terjadi di berbagai bidang dan semua hal bergerak, berkembang dengan cara tidak diduga, inovasinya cepat sekali.

'Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Saya senang sekali Perpusnas sudah mulai melakukan pengembangan serba digital, serba elektronik, tadi saya diberitahu, akan ada e-resources, e-book, e-journal dan macam e-lainnya,' katanya.(rr)