Berita
Berita
Tanggal
 

26-September-2017 BTN Perkuat Distribusi Telemarketing
26-September-2017 Akhir 2017, Bulog Ramal Laba Tumbuh 20%
26-September-2017 BNN Amankan Sabu-Sabu Dalam Jerigen dari Malaysia
26-September-2017 KPK Akan Periksa Ketua PN Bengkulu
26-September-2017 PTPP Injeksi Modal Perkuat Usaha Energi Rp745 Miliar
26-September-2017 Menhub Siap Sederhanakan Peraturan yang Menyusahkan Investor
26-September-2017 PTPN III Prediksi Cetak Laba Akhir Tahun Ini
26-September-2017 Rupiah Selasa Pagi Melemah Tipis Rp13.326
26-September-2017 Presiden: Jangan Sebar Radikalisme di Kampus-kampus
26-September-2017 Presiden Hadiri Penutupan Pertemuan Perguruan Tinggi se-Indonesia
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Presiden Pertimbangkan Permintaan Dana Desa Untuk Perpustakaan
Jakarta (Antara) - Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permintaan dana desa untuk membangun perpustakaan sehingga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di desa-desa terpencil.

'Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini,' kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis.

Jokowi juga terus mendorong para pegiat-pegiat literasi yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

'Untuk pegiat-pegiat literasi, saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya, pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan. Berjalan ngak, kalau ngak berjalan, ada yang saya jewer nanti,' kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa jika programnya ini mudah untuk mengecek jika tidak berjalan, yakni dengan menanyakan langsung pada para pegiat literasi saat bertemua seperti saat ini.

'Ngeceknya gampang, pas ketemu gini, saya tanya jalan ngak, kalau jalan baik,' katanya.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendistribusian jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini dipusatkan melalui perpustakaan nasional.

'Ini kita hitung lebih efisien, murah. Kalau bisa jangan sendiri-sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah, dan ya kalau kita ke sini kita lihat gedungnya seperti ini,' kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini eranya terobasan-terobosan digital dan 'destruktif inovassion' sudah banyak terjadi di berbagai bidang dan semua hal bergerak, berkembang dengan cara tidak diduga, inovasinya cepat sekali.

'Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Saya senang sekali Perpusnas sudah mulai melakukan pengembangan serba digital, serba elektronik, tadi saya diberitahu, akan ada e-resources, e-book, e-journal dan macam e-lainnya,' katanya.(rr)