Berita
Berita
Tanggal
 

26-September-2017 BTN Perkuat Distribusi Telemarketing
26-September-2017 Akhir 2017, Bulog Ramal Laba Tumbuh 20%
26-September-2017 BNN Amankan Sabu-Sabu Dalam Jerigen dari Malaysia
26-September-2017 KPK Akan Periksa Ketua PN Bengkulu
26-September-2017 PTPP Injeksi Modal Perkuat Usaha Energi Rp745 Miliar
26-September-2017 Menhub Siap Sederhanakan Peraturan yang Menyusahkan Investor
26-September-2017 PTPN III Prediksi Cetak Laba Akhir Tahun Ini
26-September-2017 Rupiah Selasa Pagi Melemah Tipis Rp13.326
26-September-2017 Presiden: Jangan Sebar Radikalisme di Kampus-kampus
26-September-2017 Presiden Hadiri Penutupan Pertemuan Perguruan Tinggi se-Indonesia
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Menteri ESDM Setujui Tarif Dasar Listrik Arus-Laut
Kupang (Antara) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui tarif dasar listrik arus laut yang ditetapkan perusahaan Belanda Tidal Bridge BV yakni 7,2 sen (dolas AS) per kwh kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

'Jadi pada Selasa (12/9) saya dengan perwakilan dari Tidal Bridge BV yang diwakili Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau, bertemu dengan Menteri ESDM dan membahas soal tarif dasar listrik khusus arus laut, dan pak Menteri secara lisan setuju,' katanya kepada Antara di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan hal ini terkait dengan rencana dari pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur yang menghubungkan pulau Flores dengan Adonara yang melewati arus laut gonzalu yang mempunyai potensi pengembangan arus listrik.

Gubernur dua periode itu mengatakan bahwa, dalam pertemuan tersebut hadir juga Staf Khusus Presiden Gories Mere untuk membahas soal rencana pembangunan jembatan Palmerah serta pembahasanan mengenai tarif dasar listrik laut.

Pihak dari Tidel Brige BV ini lanjut Gubernur Frans menawarkan harga 7,2 sen per kwh. Harga ini lebih rendah dari tawaran pertama dari Menteri ESDM yakni sebesar 9 sen per kwh.

'Harganya jadi lebih rendah dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM sehingga beliaupun setuju keputusan menteri atau presiden.

Selama ini lanjut orang nomor satu di NTT itu, pembangunan jembatan Pancasila itu masih terhambat karena belum adanya kesepakatan soal listrik arus laut selat gonzalu.

'Kalau harga tarif dasar itu sudah disetujui maka sudah pasti jembatan Palmerah itu akan segera dibangun,' tambah Ketua DPD PDI-P NTT itu.

Selanjutnya iapun berharap agar pada tahun 2017 ini peletakan batu pertama sudah dapat dilakukan. Karena menurutnya pekerjaan pembangunannya 18 bulan lamanya.

Kepala Dinas PU Andre Koreh menambahkan proyek Jembatan Palmerah yang dilengkapi dengan turbin pembangkit listrik di Larantuka, Flores Timur itu sedang dalam tahapan 'Feasibility Study' (FS).

Dia mengatakan FS ini diperkirakan akan selesai pada Oktober dan jika dinyatakan layak, maka peletakan batu pertama akan dilakukan pada 20 Desember 2017 atau tepat pada hari Ulang Tahun NTT.(rr)