Berita
Berita
Tanggal
 

25-September-2017 Franky Sibarani Didaulat Jadi Komut Taspen
25-September-2017 Perbanyak Turis, AP I Roadshow ke Tiga Negara
25-September-2017 SMGR Bakal Pasok Semen ke Fiji 2018
25-September-2017 KPU Temanggung Targetkan Partisipasi Pemilih Tertinggi Jateng
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa Tengah
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja Ke Jawa Tengah
25-September-2017 Museum Akan Dijadikan Tempat Kunjungan Asian Games
25-September-2017 Gempa 5,5 SR Guncang Bengkulu Utara
25-September-2017 Beranda - Ratusan Warga Papua Ikuti Tes Magang Ke Jepang
25-September-2017 KPU Bangkalan: Cabup Harus Didukung 10 Kursi
Halaman : Selanjutnya >
14-September-2017
Menteri ESDM Setujui Tarif Dasar Listrik Arus-Laut
Kupang (Antara) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui tarif dasar listrik arus laut yang ditetapkan perusahaan Belanda Tidal Bridge BV yakni 7,2 sen (dolas AS) per kwh kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

'Jadi pada Selasa (12/9) saya dengan perwakilan dari Tidal Bridge BV yang diwakili Juru Bicara tim konsorsium Belanda Latif Gau, bertemu dengan Menteri ESDM dan membahas soal tarif dasar listrik khusus arus laut, dan pak Menteri secara lisan setuju,' katanya kepada Antara di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan hal ini terkait dengan rencana dari pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah di Kabupaten Flores Timur yang menghubungkan pulau Flores dengan Adonara yang melewati arus laut gonzalu yang mempunyai potensi pengembangan arus listrik.

Gubernur dua periode itu mengatakan bahwa, dalam pertemuan tersebut hadir juga Staf Khusus Presiden Gories Mere untuk membahas soal rencana pembangunan jembatan Palmerah serta pembahasanan mengenai tarif dasar listrik laut.

Pihak dari Tidel Brige BV ini lanjut Gubernur Frans menawarkan harga 7,2 sen per kwh. Harga ini lebih rendah dari tawaran pertama dari Menteri ESDM yakni sebesar 9 sen per kwh.

'Harganya jadi lebih rendah dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM sehingga beliaupun setuju keputusan menteri atau presiden.

Selama ini lanjut orang nomor satu di NTT itu, pembangunan jembatan Pancasila itu masih terhambat karena belum adanya kesepakatan soal listrik arus laut selat gonzalu.

'Kalau harga tarif dasar itu sudah disetujui maka sudah pasti jembatan Palmerah itu akan segera dibangun,' tambah Ketua DPD PDI-P NTT itu.

Selanjutnya iapun berharap agar pada tahun 2017 ini peletakan batu pertama sudah dapat dilakukan. Karena menurutnya pekerjaan pembangunannya 18 bulan lamanya.

Kepala Dinas PU Andre Koreh menambahkan proyek Jembatan Palmerah yang dilengkapi dengan turbin pembangkit listrik di Larantuka, Flores Timur itu sedang dalam tahapan 'Feasibility Study' (FS).

Dia mengatakan FS ini diperkirakan akan selesai pada Oktober dan jika dinyatakan layak, maka peletakan batu pertama akan dilakukan pada 20 Desember 2017 atau tepat pada hari Ulang Tahun NTT.(rr)