Berita
Berita
Tanggal
 

25-September-2017 Franky Sibarani Didaulat Jadi Komut Taspen
25-September-2017 Perbanyak Turis, AP I Roadshow ke Tiga Negara
25-September-2017 SMGR Bakal Pasok Semen ke Fiji 2018
25-September-2017 KPU Temanggung Targetkan Partisipasi Pemilih Tertinggi Jateng
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa Tengah
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja Ke Jawa Tengah
25-September-2017 Museum Akan Dijadikan Tempat Kunjungan Asian Games
25-September-2017 Gempa 5,5 SR Guncang Bengkulu Utara
25-September-2017 Beranda - Ratusan Warga Papua Ikuti Tes Magang Ke Jepang
25-September-2017 KPU Bangkalan: Cabup Harus Didukung 10 Kursi
Halaman : Selanjutnya >
13-September-2017
KPAI Apresiasi Bantuan Indonesia ke Rohingya
Jakarta (Antara) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi bantuan kemanusiaan Indonesia untuk pengungsi etnis Rohingya yang ditujukan untuk meringankan beban mereka setelah mendapatkan tindakan persekusi sistematis dari militer Myanmar.

'KPAI mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dan masyarakat Indonesia yang mengirim bantuan tahap pertama untuk pengungsi Rohingya,' kata Komisioner KPAI bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Jasra Putra, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

Bantuan dari masyarakat Indonesia ke Rohingya itu sendiri berupa bantuan tenda, tangki fleksibel, perlengkapan keluarga, sembako, gula, beras dan lainnya.

Menurut dia bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian bangsa Indonesia terhadap tragedi kemanusian pengungsi Rohingya baik usia anak maupun keluarganya.

'Semoga dengan bantuan tersebut bisa memberikan dampak perbaikan jangka pendek yang dialami oleh anak yang tentu dalam konvensi internasional dilindungi dan ditangani secara baik,' kata dia.

Dia mengatakan terdapat pekerjaan rumah Indonesia ke depan untuk meminta negara-negara Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dan aktivis anak dunia untuk terus memberikan perhatian penuh terhadap pengungsi Rohingya dan utamanya anak.

Khusus anak, kata dia harus diberikan perlakuan khusus seperti mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan rasa aman dalam situasi konflik.

'Karena dalam kondisi anak dalam situasi mengungsi tentu banyak anak terganggu dan tidak terpenuhi hak-haknya jika dibandingkan dengan lingkungan sebelumnya,' kata dia.(rr)