Berita
Berita
Tanggal
 

25-September-2017 Franky Sibarani Didaulat Jadi Komut Taspen
25-September-2017 Perbanyak Turis, AP I Roadshow ke Tiga Negara
25-September-2017 SMGR Bakal Pasok Semen ke Fiji 2018
25-September-2017 KPU Temanggung Targetkan Partisipasi Pemilih Tertinggi Jateng
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa Tengah
25-September-2017 Presiden Lakukan Kunjungan Kerja Ke Jawa Tengah
25-September-2017 Museum Akan Dijadikan Tempat Kunjungan Asian Games
25-September-2017 Gempa 5,5 SR Guncang Bengkulu Utara
25-September-2017 Beranda - Ratusan Warga Papua Ikuti Tes Magang Ke Jepang
25-September-2017 KPU Bangkalan: Cabup Harus Didukung 10 Kursi
Halaman : Selanjutnya >
13-September-2017
Penjualan Pemasaran PPRO Per Agustus 2017 Capai Rp2 Triliun
IMQ, Jakarta - PT PP Properti Tbk (PPRO) hingga akhir Agustus 2017 mencatatkan penjualan pemasaran mencapai Rp2 triliun.

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat di Jakarta, Rabu (13/9) mengatakan raihan tersebut sekitar 67 persen dari target penjualan pemasaran hingga akhir 2017 senilai Rp2,99 triliun.

"Penjualan pemasaran ini ditopang oleh penjualan proyek existing dan proyek baru diantaranya proyek Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Grand Shamaya di Surabaya dan Begawan Apartemen di Malang," katanya.

Taufik menambahkan perseroan tengah menyiapkan beberapa proyek baru antara lain pembangunan menara apartemen berkonsep bebas narkoba di Bandung (Jawa Barat) yang menyasar pasar mahasiswa.

Sebelumnya, PPRO telah membangun dua menara apartemen berkonsep bebas narkoba, di Jalan Margonda, Depok (Jawa Barat) yang ditargetkan rampung 2017.

Selain di Depok, apartemen bebas narkoba juga akan dibangun di Serpong (Banten), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta dan Malang.

"Di Surabaya‎ masih ada proyek baru lagi," tuturnya.

Perseroan lanjutnya, optimistis target penjualan pemasaran PPRO hingga akhir 2017 bisa terlampaui menjadi lebih dari Rp3 triliun.

Selain itu, Taufik juga optimis pertumbuhan laba sebesar 20 persen menjadi Rp438 miliar sepanjang 2017 akan terealisasi.

"Sampai akhir September 2017, laba PPRO sekitar Rp280 miliar. Kami optimis sampai akhir 2017 masih sesuai rencana. Adapun pendapatan hingga akhir September 2017 sekitar Rp2,5 triliun," tegasnya.